3 Fakta Unik Shalat Tarawih Di Indonesia

3 Fakta Unik Shalat Tarawih Di Indonesia

Shalat tarawih merupakan shalat yang dilakukan setiap malam yang biasanya dilakukan sehabis shalat isya selama bulan Ramadhan. Dalam melakukan shalat tarawih ini banyak masyarakat yang melakukannya dengan khas masing-masing daerah. Pahala melaksanakan shalat tarawih ini begitu besar jadi shalat tarawih ini sangat sayang jika tidak dilaksanakan. Walaupun hukum melaksanakan shalat tarawih ini adalah sunnah namun mengingat pahalanya yang sangat istimewa banyak orang yang tetap melaksanakannya walaupun kondisi tubuh lelah, kurang enak badan dan sebagainya. Berikut ini rangkuman fakta unik shalat tarawih yang terjadi di Indonesia.

Sholat tarawih ngebut

Fakta unik seputar shalat tarawih di Indonesia adalah shalat tarawih yang seharusnya dilakukan dengan khusyu’ namun yang terjadi di kebanyakan masjid di Indonesia adalah shalat dengan kecepatan yang ekstra. Hal ini tentu berpengaruh terhadap tingkat kekhusyukan shalat. Banyak yang mengeluhkan dan menyayangkan hal ini namun ada juga yang suka. Pihak yang mengeluh kebanyakan adalah para orang tua yang ingin menikmati shalat tarawihnya dengan tenang dan khusyu’. Mereka berdalih bagaimana bisa khusyu’ jika bacaan sangat cepat dan terkesan hanya seperti berdiri, ruku dan sujud saja tanpa ada kenikmatan shalat.

Masjid penuh pada awal Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan saja

Fakta unik shalat tarawih selanjutnya yang terjadi di Indonesia adalah banyak yang sangat antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sehingga pada saat hari pertama semua orang pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih bersama-sama hingga seluruh masjid dipadati oleh warga yang ingin melakukan shalat tarawih. Bahkan tak jarang warga yang datang melebihi kapasitas masjid sehingga warga yang tidak kebagian tempat di dalam masjid biasanya menggelar karpet dan menyambung jamaah dan mengikuti imam masjid tersebut.

Tingkat antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih ini memang patut diacungi jempol namun yang mengherankan adalah semakin hari jumlah jamaah shalat tarawih semakin berkurang. Dan bahkan di tengah-tengah bulan jumlah jamaah hanya sebesar separuh bahkan seperempat dari jumlah jamaah di awal Ramadhan. Hal ini tentu sangat disayangkan karena antusiasme masyarakat hanya bersifat sementara. Sehingga hal ini merupakan fakta unik tentang shalat tarawih di Indonesia yang termasuk kurang baik.

Dan uniknya lagi jumlah jamaah akan kembali memenuhi masjid di malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan. Tepatnya dimulai sejak malam ke 21 Ramadhan dimana malam itu dipercaya sebagai malam dengan pahala yang sangat besar jika melakukan shalat tarawih. Selain itu para muslim mengharapkan akan mengalami malam Lailatul Qodar jadi banyak warga yang kembali berbondong-bondong berjamaah di masjid. Apalagi di malam-malam 25 ke atas di bulan Ramadhan, jumlah jamaahnya akan semakin bertambah karena sudah banyak warga yang telah kembali dari kota (telah pulang kampung/mudik)

Tradisi pada malam ke-21

Fakta unik shalat tarawih selanjutnya adalah pada malam 21 biasanya terdapat doa bersama dan disertai dengan makan bersama. Sehingga sehabis tarawih pada malam 21 tersebut warga akan menyumbangkan berbagai macam makanan dan bahkan nasi untuk dimakan bersama dengan seluruh warga kampung. Makanan yang biasanya ada pada doa bersama ini adalah nasi kuning, nasi megono dan nasi urap. Dan ini menjadi ciri khas tersendiri yang tentu akan sangat dirindukan oleh muslim di Indonesia. Hal ini sangat baik karena juga sekaligus melatih kita untuk berbagi dan bershodaqoh kepada sesama, selain itu dengan acara seperti ini kita bisa lebih dekat dengan tetangga kita.

Komentar

Related posts

Read more:
Wanita Yang Mirip Boneka Barbie
Wanita Yang Mirip Boneka Barbie


Close